Lowongan Kerja Skripsi Gratis Jurnal Online STMIK AKBA STMIK AKBA YouTube LinkedIn Facebook Twitter Google+ RSS Desain Login

Selasa, 16 Oktober 2012

Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA berulang pada balita usia 36-59 bulan di Puskesmas Salotungo


ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) masih merupakan masalah kesehatan yang penting, karena ISPA (seperti ; sinusitis, common cold, influenza, pneumonia) penyebab kematian bayi dan balita yang cukup tinggi yaitu kira-kira 1 dari 4 kematian yang terjadi. Setiap anak diperkirakan mengalami 3-6 episode ISPA setiap tahunnya. 40 % - 60 % dari kunjungan di Puskesmas adalah oleh penyakit ISPA. Dari seluruh kematian yang disebabkan oleh ISPA mencakup 20 % -30 %. Kematian yang terbesar umumnya adalah karena pneumonia dan terjadi pada bayi berumur kurang dari 2 bulan. Hingga saat ini angka mortalitas ISPA yang berat masih sangat tinggi. Kematian seringkali disebabkan karena penderita datang untuk berobat dalam keadaan berat.
Dari pola 10 penyakit terbanyak di beberapa rumah sakit umum di Indonesia maupun data survey (SDKI, Surkesnas) juga menunjukkan tingginya kasus ISPA. Prevalensi ISPA dalam beberapa tahun menurut hasil SDKI yaitu pada tahun 1991 terjadi prevalensi 9,8% dengan kelompok umur 12 – 23 bulan, tahun 1994 terjadi prevalensi 10% dengan kelompok umur 6 – 35 bulan, tahun 1997 terjadi prevalensi 9% dengan kelompok umur 6 – 11 bulan, tahun 2002-2003 terjadi prevalensi 8% dengan kelompok umur 6 – 23 bulan, dan pada tahun 2007 terjadi prevalensi 11% dengan kelompok umur 12 – 23 bulan (Depkes RI, 2007).
Dan dari hasil data kunjungan Puskesmas Salotungo, Kab. Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan survey dalam kasus pola 10 penyakit terbesar Puskesmas Salotungo tahun 2008 pun menunjukkan bahwa angka kesakitan yang paling tinggi ditimbulkan oleh ISPA dengan jumlah 1950 kasus dengan persentase sekitar 29,03% dari jumlah kasus pola 10 penyakit terbesar.
Dari olah data kunjungan kasus ISPA Balita dengan usia 39 – 59 bulan menunjukkan bahwa terdapat 75 kunjungan kasus atau sekitar 27,29% dari seluruh kejadian ISPA di Puskesmas SalotungotaTahun 2008 yang dialami oleh Balita.
Dari hasil uraian diatas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa ISPA merupakan masalah kesehatan utama yang ada ditengah masyarakat baik ditingkat nasional maupun tingkat kabupaten/kota, khususnya diwilayah kerja Puskesmas Salotungo sehingga peneliti tertarik untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian ISPA pada Balita.


Download : Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA berulang pada balita usia 36-59 bulan di Puskesmas Salotungo 

Password : hDk54bvG

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Kami Dengan Sangat Mengutuk Komentar Spam !